Rabu, 19 Agustus 2015

Pesta Rakyat Para Maba UM


IMG_20140823_125104
Di tengah gemparnya huru hara pemilu atau ‘pesta rakyat’ di Indonesia, UKM UM pun rupanya tak mau kalah. Dalam rangka pengenalan semua UKM kepada para mahasiswa baru angkatan 2014, untuk pertama kalinya UKM UM pada (23/08) secara bersama-sama mengadakan pameran dan demo UKM. Dalam acara yang diadakan di Gedung Graha Cakrawala itu sebanyak 31 UKM membuka stan di sekeliling Gedung Graha Cakrawala. Sebagian besar di antaranya merupakan UKM non-performance. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar UKM non-performance juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya pada para mahasiswa baru.
Pesta Rakyat itu dibuka sejak pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Salah satu agenda di dalamnya adalah demo UKM yang digelar pada pukul 12.00 hingga 16.00 WIB. Demo tersebut diikuti delapan belas UKM performance dengan durasi masing-masing UKM sepuluh menit. “Pembagian urutan penampilan semua UKM ini dilakukan melalui undian dari tiap perwakilan UKM,” tutur Pramisya, sie acara pada kegiatan itu.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara itu tidak lagi menjadi bagian dalam rangkaian PKPT. Hal itu sesuai dengan keputusan Rektor UM yang mengharapkan kegiatan rangkaian PKPT lebih bernuansa akademik. Meskipun demikian, keputusan tersebut tidak lantas menyurutkan semangat mahasiswa UM untuk menghadiri acara itu. Bahkan, karena acara itu terbuka untuk umum, total jumlah pengunjung pada pameran dan demo di Gedung Graha Cakrawala justru melebihi dari tahun  sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena ternyata banyak mahasiswa non-maba yang turut hadir dan menyaksikan demo dan pameran yang penyelenggaraannya di bawah pemantauan Wakil Rektor III, Drs. Sucipto, M.Pd.Iqlima

Rabu, 01 Juli 2015

Diklat anggota baru UKM Taekwondo

Foto Bersama (Angkatan Lama dan Anggota Baru)

Foto di Coban Rondo setelah mandi bersama

Makan nasi + mie bersama 

Para Anggota Baru 2014


       "SELAMANYA UKM TAEKWONDO UM AKAN TERUS BERDIRI DAN BERJAYA"


SEKILAS SEJARAH TAE KWON-DO

Tae kwon-do merupakan salah satu cabang seni olahraga bela diri yang berasal dari Korea Selatan.
Makna dari Taekwondo mempunyai arti yaitu :
Tae = kaki
Kwon = pukulan dengan tangan/tinju
Do  = sistem/cara/seni
Arti kesuluruhan Taekwondo adalah : seni beladiri yang menggunakan kaki dan tangan sebagai senjata beladiri untuk menaklukan lawannya.
Menurut sejarah Tae kwon-do berkembang sejak tahun 37M. Pada masa dinasti Kogooryo di Korea. Masyarakat menyebutnya dengan nama berbeda, yaitu Subak, Taekkyon, taeyon. Tae kwon-do kerap dijadikan pertunjukan acara ritual yang dilakukan oleh bangsa Korea, bela diri Tae kwon-do menjadi senjata bela diri andalan para ksatria. Sejarah panjang Korea pada dinasti Chosun kuno, kerajaan Shila, dan dinasti Koryo pada masa kejayaannya.
Pada saat Korea merdeka pada tahun 1945 rakyat Korea berusaha mengembangkan Taekwondo yang merupakan seni bela diri tradisional Korea, sehingga Taekwondo diterima dan berkembang pesat diseluruh dunia.
WTF adalah suatu badan Federasi Taekwondo Dunia yang resmi berdiri pada tanggal 28 Mei 1973 sebagai Presiden adalah Kim Un Yong bermarkas di Kukkiwon (Seoul) Korea Selatan. WTF program resmi pertahanan nasional kalangan Polisi dan tentara. WTF beranggotakan lebih dari 186 negara
Kejuaraan Dunia pertama kali diadakan oleh WTF pada tanggal 25-27 Mei 1973 di Seoul diikuti oleh 18 Negara.
Tae kwon-do aliran WTF berkembang di Indonesia pada tahun 1975 yang membawa aliran ini adalah Mauritsz Dominggus yang datang ke Indonesia pada tahun 1972 di Tanjung Priok, Jakarta Utara
Pada saat itu Tae kwon-do di Indonesia belum berkembang karena Bela Diri karate lebih dulu hadir di Indonesia seperti aliran Karate Shindoka beberapa pelatih diantaranya : Simon Kaihena – Jopi Yan Rainong – Hady Sugianto – William Giritz – Sukanda – Hasan Johan – Hendry Sanuri (Alm) - Drs. Rosid M. Siregar (Alm) – Mujiman (Alm) dan Harry Tomotala(Perguruan Karate PERKINO). Mereka tersebut bergabung dengan Mauritsz Dominggus berasal dari Ambon yang merupakan pemegang sabuk hitam Taekwondo yang belajar di Belanda dan membentuk perguruan dengan nama KATAEDO. Gabungan kata karate dan Tae kwon-do.
Pada tanggal 15 Juli 1974 atas saran Prof. Kim Ki Ha (Ketua Asosiasi Korea di Indonesia) KATAEDO di ganti nama Institut Tae kwon-do Indonesia (INTIDO). Pada saat itu Prof.Kim Ki Ha sebagai penasehat INTIDO dan atas saran beliaulah INTIDO dipertemukan dengan Duta Besar Korea Selatan dan beliau diutus ke Korea Selatan mengikuti sidang umum II WTF pada tanggal 27 Agustus 1975. Dan Prof.Kim Ki Ha memperjuangkan INTIDO untuk dapat diterima sebagai anggota WTF dan persyaratan WTF supaya INTIDO dirubah menjadi Federasi Taekwondo Indonesia (FTI) sebagai ketua umum Marsekal Muda (TNI) Sugiri.
Pada tanggal 17 juni 1976 FTI resmi menjadi anggota WTF ditandatangani oleh presiden WTF Kim Un Yong.
Pada tahun 1976 Indonesia mendatangkan pelatih dari Korea Selatan dalam rangka program peningkatan mutu dan prestasi Tae kwon-do Indonesia bernama Kim yeong Tae Dan V. Mantan juara kelas berat.
Seiring dengan berkembangnya Taekwondo di Indonesia ada 2 organisasi Taekwondo yaitu FTI (Federasi Taekwondo Indonesia) yang dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri dan PTI(Persatuan Taekwondo Indonesia) dipimpin oleh Leo Lapulisa.
FTI dan PTI pada tanggal 28 Maret 1981 menggelar sebuah pertemuan yang bertajuk MUSYARAH NASIONAL I, demi kemajuan Tae kwon-do Indonesia. MUNAS I tersebut melahirkan kesepakatan bersama untuk menyatukan kedua Organisasi tersebut ke dalam sebuah Organisasi Taekwondo yang sekarang kita kenal Pengurus Besar Taekwondo Indonesia(PBTI) yang diakui oleh WTF dan KONI, sebagai ketua umumnya Bapak Sarwo Edhie Wibowo dengan pelindung langsung dari ketua KONI Pusat Bapak Surono.

Pada tanggal 17 – 18 September 1984 sebagai Ketua umum Munas :
Ke – I : 1984 – 1988 Bapak Letjen TNI AD (Purn.) Sarwo Eddie Wibowo 
Ke – II  : 1988 – 1933 Bapak Letjen TNI AD (Purn.) Soeweno
Ke – III : 1993 – 1997 Bapak Letjen TNI Harsudiyono Hartas
Ke – IV  : 1997 – 2001 Bapak Letjen TNI Mar Suharto
  2001 – 2006
Ke – V  : 2006 – 2010Bapak Letjen TNI Erwin Sudjono

Tae Kwon-do sebagai cabang olah raga resmi di arena PON Ke XI tahun 1985 diselenggarakan di Jakarta
Tae kwon-do dipertandingkan di olimpiade tahun 1992 di Barcelona Spanyol sifatnya ekchibisi dan resminya sendiri pertama kalinya pada olimpiade di Atlanta AS tahun 1996.
Indonesia turut ambil bagian dalam pertandingan eksebisi, dan membawa pulang 4 buah medali, 3 perak, 1 perunggu.